Ilustrasi. (Foto: Dok. Ist)
Infobaru.news, Kota Palu- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu menyebut, Kabupaten Buol dan Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), sangat perlu mendapat perhatian terhadap potensi dampak aktivitas megathrust dan tsunami.
Berdasarkan kajian dan data pusat, kedua wilayah tersebut, berada pada kawasan yang berpotensi terdampak langsung jalur megathrust. Dampak itu juga dapat memicu tsunami, akibat aktivitas pergeseran lempeng di dasar laut.
Di wilayah Sulteng sendiri, aktivitas pergeseran utama juga dipengaruhi oleh sejumlah sumber gempa, termasuk Sesar Palu-Koro. Sementara itu, wilayah perairan utara Sulawesi, juga memiliki aktivitas subduksi yang dapat menghasilkan gempa dengan mekanisme naik atau thrust. Sebelumnya, BMKG mencatat gempa di laut sekitar Buol yang berkaitan dengan aktivitas subduksi.
Perlu diketahui, berdasarkan penelitian, pengulangan gempa megathrust, masih menjadi kajian para peneliti. Penelitian ini pun, mempunyai rentang waktu yang dapat berkisar antara 10 hingga 100 tahun. Tergantung seberapa besar energi yang tertahan di dasar laut.
Guncangan dasar laut yang kuat dan menyebabkan perubahan atau pergeseran dasar laut, dapat memicu tsunami. Gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami, umumnya berkaitan dengan gempa kuat. Terutama pada kisaran magnitudo 7 hingga 8.
Yang perlu kita ingat, potensi megathrust, bukan prediksi bahwa gempa akan terjadi pada tanggal atau waktu tertentu. BMKG sendiri menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa kepanikan. (TVRI)